Foto: BBC Magazine

Foto: BBC Magazine

Beredarnya pesan berantai soal hitung-hitungan langganan paket data internet yang katanya ‘bikin operator kaya’, ikut direspons oleh Telkomsel dan XL Axiata. Apa kata mereka?

Dari sisi Telkomsel, menurut Vice President Corporate Communication Adita Irawati, cara hitung-hitungan yang tersebar di pesan berantai itu tak semuanya benar maupun salah. Ia pun merasa perlu untuk mengklarifikasi.

“Ada beberapa yang perlu dijelaskan agar tidak menimbulkan persepsi yang salah,” jelasnya saat memulai perbincangan dengan detikINET di Jakarta, Rabu (22/3/2017).

Pertama, benar bila perhitungan Rp48 per MB kalau tarifnya Rp100 ribu per 2 GB, tetapi harga tentu tergantung paketnya. “Apalagi sekarang di Telkomsel ada program extra bonus 4G, tentunya biaya jadi jauh lebih kecil,” ucap Adita.

Kedua, soal menyedot pulsa anggota grup itu kurang tepat. Anggota grup tentunya punya paket yang berbeda-beda dan belum tentu anggota grup dan mengunduh videonya.

“Intinya semua kembali kepada pengguna. Sekarang ini harus bijak dan smart menggunakan kuota paket, salah satunya dengan melakukan setting “auto download video/picture” dijadikan “off”, artinya pengguna bisa memutuskan dan memilih video yang perlu saja untuk di-download,” tuturnya.

Ketiga, soal harga jual paket data sudah diperhitungkan dengan daya beli masyarakat dan biaya yang harus dikeluarkan oleh operator untuk bisa investasi dan operasional.




Dengan kinerja yang sehat, operator bisa terus membangun dan melayani masyarakat di seluruh negeri hingga pelosok, bahkan perbatasan agar mereka semakin terhubung dan membantu meningkatkan pertumbuhan perekonomian di seluruh Indonesia.

Dan terakhir, Telkomsel menyampaikan juga bahwa tarif paket data di Indonesia sudah yang termurah di seluruh dunia.

“Sekali lagi kami menghimbau kepada pengguna untuk menggunakan layanan telekomunikasi dengan bijaksana. Dan kami dr operator juga berupaya untuk terus memberikan edukasi agar telekomunikasi dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk tujuan yang positif dengan tetap efisien,” jelas Adita.

Bukan Patokan Mutlak

Pandangan lain juga disampaikan oleh XL Axiata melalui General Manager Corporate Communication Tri Wahyuningsih. Menurutnya, hitung-hitungan itu secara logika ada benarnya, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Dijelaskan olehnya, harga per MB tidak bisa dijadikan patokan mutlak, karena akan tergantung paket data apa yang dipilih. Belum lagi tiap operator memiliki perbedaan paket.

“Banyak paket data yang memiliki harga per Mb jauh di bawah perhitungan tersebut. Kami selalu menyarankan agar pelanggan cermat memilih paket yang sesuai kebutuhan,” kata perempuan yang kerap disapa Ayu ini ketika dihubungi detikINET secara terpisah, Rabu (22/3/2017).

Dilanjutkannya, kalkulasi yang terdapat dalam pesan yang viral dinilai wajar saja. Sebab dalam melakukan kegiatan bisnis tentu didasarkan pada berbagai hal termasuk perhitungan harga, yang tentu di dalamnya terdapat berbagai komponen biaya, misalnya biaya produksi, biaya promosi dsb nya.




Paket Data yang ditawarkan operator biasanya memiliki beberapa pilihan berdasarkan besar kuota data yang bisa dibeli. Contohnya yang baru diluncurkan XL yaitu Xtra Combo dengan harga mulai dari Rp 59.000 pelanggan mendapatkan 8GB kuota data, 20 menit telpon ke semua operator, gratis YouTube, EPL, Yonder & Tribe.

“Hal tersebut kami lakukan untuk mempermudah pelanggan memilih paket disesuaikan dengan kebutuhan dan daya belinya. Tentu, soal kuota data tersebut hendak dipakai untuk apa, itu merupakan hak pelanggan,” jelas Ayu.

“Pihak XL kerap menghimbau agar pelanggan selalu bijak dalam mengkonsumsi layanan data termasuk dalam memilih paket yang tepat. Dan yang terutama pakailah layanan data untuk hal-hal yang produktif, yang positif,” pungkasnya. (rou/rou)(sumber:inet.detik.com)